Perbedaan pemikiran rasionalisme dan empiris

Apakah perbedaan pemikiran Rasionalisme dan Empirisme ? Jelaskan dan berilah contoh filsuf filsuf di dua masa itu beserta pemikirannya.Kerjakanlah tugas sebaik mungkin, agar bisa membantu nilai anda semuanya. Selamat mengerjakan.
Jawaban
Perbedaan pemikiran rasionalisme dan empiris
Rasionalisme à sarana yang digunakan untuk memperoleh kebenaran adalah rasio atau akal pikir .

Tokoh- tokoh Filsufnya :
·         Rene Descartes – menggunakan metode ragu-ragu sebagai cara untuk menemukan efidensi. Dalam pandangan ontologinya, beliau adalah seorang dualis yaitu mengajarkan ada 2 realitas yang hakiki yaitu cognito /pemikiran dan extentio/ keluasan.Namun dalam upayanya untuk membuktikan kebenaran metodenya, beliau masih lari ke argument teologis.
·         Baruch de Spinoza – menggunakan metode matematis bagi Spinoza aksioma-aksioma dalam matematika adalah hukum akal pikiran yang paling benar. Dalam pandangan ontologinya beliau adalah seorang monis yaitu hanya ada satu realitas yang hakiki yaitu substansi yang merupakan asal dari segala realitas adalah Tuhan. Dalam teologinya beliau mengajarkan bahwa Tuhan bersifat imanen yaitu Tuhan menciptakan alam dan berada menyatu dengan alam.
·         Gottfried Wilhelm Von Leibniz – Dalam pandangan ontologinya beliau adalah pluralis yaitu bahwa yang hakiki itu bukan hanya satu atau dua melainkan ada banyak jumlahnya. Beliau menyebutnya sebagai monade. Dalam teologinya beliau mengajarkan bahwa Tuhan bersifat transenden yaitu Tuhan menciptakan alam dengan tertib dan hukumnya kemudian alam dibiarkan berjalan tanpa control lagi dari Tuhan yang berada di luar alam.
Empiris à sarana yang digunakan untuk memperoleh kebenaran adalah pengalaman.
Empiris berpandangan bahwa pengalamanlah yang menjadi satu-satunya sumber pengetahuan bagi manusia sedangkan rasio hanya memperteguh kebenaran yang diperoleh melalui pengamatan indrawi.

Tokoh-tokoh Filsufnya :

·         Francis Bacon – menggunakan metode induksi yaitu cara mencapai kebenaran yang berlaku umum harus bertolak dari fakta-fakta yang besifat khusus. Diperlukan observasi dan ekperimentasi  dalam menemukan pengetahuan yang benar memutlakkan adanya pengamatan indrawi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemikiran Empirisme